Li Khan Hidup bermanfaat bagi orang lain lebih penting..

Berjuang Bersama Sintesa

5 min read

Berjuang bersama sintesa

Assalamualaikum.Wr.Wb. Sintesa, nama yang tak asing lagi bagi sejumlah para marketing online. Apalagi membicarakan gurunda Mas Vatih Ibrahim. Siapa yang tidak kenal dengan beliau. Dari ilmu agamanya, ilmu mindsetnya, apa lagi ilmu Seo digital marketingnya.

Saya akan berbagi sedikit cerita perjalananku untuk menuju ke Pondok Pesantren Sintesa ini.

Sintesa adalah tempat yang sangat luar biasa, dari semua yang di ajarkan. Apalagi para dewan guru dan Cerita Para Pandawa lima sebutan untuk Gurunda Mas Vatih Ibrahim beserta saudaranya.

Mari simak sedikit ceritaku sob, barangkali bisa membuat kalian pengen ikut belajar di tempat ini.

Lets go tak perlu lama ya sob.

 Awal Kenal Sintesa

awal kenal sintesa
Sumber ilmunik.com

Perkenlanku dengan Sintesa tak lain dari alumni Sintesa juga. Sebut saja namanya Rafi’ul ghofur Alumni Sintesa angkatan 7, dan juga dari mas Gigih syafi’i angkatan 5.

Keduanya juga kakak angkatanku, waktu menempuh pendidikan di LKP MEC Surabaya.

Mereka bercerita banyak tentang Sintesa. Mulai dari Gurunda Vatih Ibrahim, sampai semua kegiatan yang ada di Sintesa.

Bukan hanya tau informasi dari mereka saja. Saya juga di kenalkan Sintesa oleh teman yang masih satu angkatan ketika di LKP MEC Surabya. Sekarang mereka masih menjadi Santri Sintesa, kakak angkatanku.

Kenpa saya memutuskan untuk daftar ke Sintesa, karena saya mempunyai tujuan yang sangat besar ketika sudah lulus dari Sintesa.

Sabar sob, hehe. Simak sampai selesai agar tau apa tujuanku masuk Sintesa.

Daftar Sintesa

Daftar Sintesa
Sumber ilmunik.com

Pendaftaran Sintesa yang saya ikuti adalah bulan Juli. Sintesa membuka 2 kali pendaftaran selama satu tahun.

Pada tahun ini Sintesa membuka 2 jalur untuk program akademi, beasiswa dan jalur reguler.

Kalau jalur reguler itu harus bayar 7,5 juta. Kalau saya, ngambil yang jalur beasiswa, karna saya juga sadar kemampuan ekonomi keluarga saya yang hanya masuk kategori standart saja.

Pembuatan Vidio

Saya pun mendaftar sambil berdoa terus menerus, agar dapat di permudah oleh Allah SWt. Untuk dapat bergabung dengan keluarga besar Sintesa.

Saya daftar bulan Juli dan harus resign atau keluar dari pekerjaanku sebelumnya sebelum memasuki tes.

Saya izin dulu mengambil libur untuk pulang ke Bojonegoro. Karena dalam salah satu syarat yang di ajukan harus membuat vidio dengan orang tua sebagai syarat persetujuan pendaftaran.

Singkat cerita setelah saya membuat vidio, kemudian langsung daftar dan mengupload vidio ke You Tube.

Salah satu syarat dalam masalah vidio. Harus di upload ke You Tube.

Tes Wawancara dan Baca Al-qur’an

Pendaftaran pun sudah di tutup, ada satu lagi tes yang harus di lalui, yaitu tes wawancara dan baca Al-qur’an.

Saya sudah besiap-siap, mulai pagi sekitar jam 8 untuk  tes dan wancaranya. Saya menunggu sambil sembari mengaji Al-qur’an agar tidak grogi ketika dapat telfon untuk melakukan tes.

Memang sebelum itu sudah ada konfirmasi untuk mulai bersiap-siap tes mulai jam 9, tapi saya sudah mempersiapkan terlebih dahulu.

Lama saya menunggu sampai jam 12;00 tak ada pnggilan masuk di Handphone yang saya pegang. Saya agak khawatir jika saya tidak jadi masuk daftar calon santri yang melakukan tes.

Sempat putus asa, setelah solat Dzuhur saya mengambil Handphone yang biasa di paki untuk SMS dan telfon saja. Terlihat ada bekas panggilan masuk di situ. Nomernya saya cocokan dengan nomor yang menginfokan tes waktu malam itu, ternyata sama.

Mulailahberfikir negatif saat itu. Saya memberanikan diri untuk membalas pesan singkat. Soalnya agak bingung, karena konfirmasi sebelumnya itu akan di telfon lewat Vidio Call wa tapi yang saya dapatkan telfon biasa.

Akhirnya saya di telfon lagi dan di kasih tau bahwa tadi ada gangguan listrik mati saat itu. Terus tes di alihkan lewat telfon biasa tanpa melalui Vidio Call.

Singkat cerita, tes yang lakukan berjalan lancar. Alhamdulillah sob, heheh.

Pengumuman Hasil Seleksi

Hasil tes di umumkan pada awal bulan Agustus. Saya berdoa agar masuk daftar santri yang di terima keluarga besar Sintesa.

Bismillah saya melihat pengumuman pada waktu itu. Alhamdulillah namaku terdaftar sebagi calon santri yang akan menempuh pendidikan di Sintesa Magetan

Saya mempersiapkan semua persyaratan yang di ajukan Pesantren bagi calon Santri. Kurang lebih 1 minggu persiapan sebelum santri datang ke Sintesa.

Perjalanan Menuju Surabaya

Perjalanan Menuju Surabaya
Sumber ilmunik.com

Ketika sudah siap untuk belajar di Sintesa. Meminta do’a dan restu orang tua saya, paman dan keluarga besar yang berada di Bojonegoro, adalah hal yang wajib bagi saya.

Setelah berpamitan saya tidak langsung berangkat menuju Sintesa, tapi ke Surabaya dulu. Untuk mengembalikan sepeda paman yang harus di kembalikan.

Sambil menunggu teman satu angkatan, yang juga di terima di Sintesa untuk berkumpul dulu di Surabaya.

Mampir Rumah Paman

Saya dari Bojonegoro harus mampir dulu ke rumah paman. Karena saya meminjam sepedahnya selama bekerja di Surabaya.

Ketika sepeda sudah saya kembalikan pada paman, saya tidak langsung pergi. Kebetulan hari itu sudah larut malam paman meny

uruh menyinap dulu untuk mengistirahatkan badan agar tidak terlalu capek.

Keesokan harinya saya berpamitan dan meminta doa kepada paman, untuk di beri kelancaran dalam menuntut ilmu.

Menyinap di Asrama

Setelah menyinap di rumah paman. Saya melanjutkan perjalanan ke Asrama untuk menemui teman-teman yang juga lulus seleksi. Saya di antarkan anak paman untuk menuju Asrama.

Kami sepakat berkumpul di asrama sebelum berangkat menuju Sintesa.

Kurang lebih satu hari saya menyinap di Asrama LKP MEC untuk menunggu teman-teman yang lulus seleksi.

Saya juga berpamitan dan meminta do’a kepada Kepala Asrama dan Direktur LKP MEC untuk di beri kemudahan dalam mencari ilmu.

Perjalanan Menuju Sintesa

Perjalanan Menuju Sintesa
Sumber ilmunik.com

Selah semua berkumpul, kami menuju Sintesa dengan menaiki kendaraan bus.

Kami berangkat dari  Terminal Bungurasih sekitar jam 16;00, dan tujuan kami turun di Maospati. Setelah lama di dalam bus kami di minta turun oleh kernet bus.

Kami kira sudah sampai Maospati, malah kami di turunkan di Terminal Madiun.

Kebingungan melanda, mau menuju Sintesa dengan apa. Mau naik Grab tidak ada yang punya aplikasinya.

Untung ada bapak-bapak yang menawarkan mengantar langsung sampai ke tempat tujuan kita, yaitu Pondok Pesantren Sintesa Magetan.

Jangan di kira gratis ya sob, hehe. Kami melakukan tawar-menawar dengan bapaknya dan akhirnya setuju untuk mengantarkan kami sampai tempat tujuan.

Kami tiba di sintesa kira-kira jam 21;45, bertepatan dengan waktu Santri untuk istirahat Malam.

Adaptasi dengan Sintesa

Adaptasi dengan Sintesa
Sumber ilmunik.com

Adaptasi, proses yang pasti ada dalam semua pendidikan. Pengenalan dengan lingkungan dan berbagai kegiatan yang ada di dalam sebuah lembaga pendidikan.

Saya tidak terlalu terfikirkan, karena sudah mengalami adaptasi beberapa kali. Mulai dari adaptasi ketika di LKP MEC Surabaya, dan lingkungan kerja.

Sudah tak heran lagi bagi saya, pasti ada yang terkena seleksi alam dan mengundurkan diri.

Itu juga yang terjadi pada teman saya yang berasal dari Madiun. Dia harus keluar karena ada hal yang membuatnya harus mengundurkan diri dari daftar calon santri.

Alhamdulillah, dari kami hanya satu yang mengundurkan diri selama proses adaptasi.

Do,akan ya sob semoga jumlah kami bertahan sampai kami tuntas menuntut ilmu di dalam Pondok Pesantren Sintesa ini sob.

Doa Selama di Sintesa

Doa Selama di Sintesa
Sumber ilmunik.com

Harapan saya selama berada di Sintesa, dapat mengikuti semua kegiatan, dan mematuhi segala apa yang di tugaskan  sampai lulus nanti.

Dapat memperkuat ilmu agama dan dapat menyerap semua ilmu yang ada di Sintesa. Menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

Bantu aminkan do’aku ya sob.

Tujuan Setelah Lulus dari Sintesa

Tujuan Setelah Lulus dari Sintesa
Sumber republika.co.id

Banyak hal yang saya inginkan setelah lulus dari Sintesa. Tapi yang paling penting adalah menjadikan saya semakin dekat dengan sang pencipta Allah SWt.

Selain itu ada tujuan besar yang ingin saya wujudkan. seoga bisa mengamalkan ilmu yang saya punya di daerah saya. Agar bisa menjadikan amal jariyah ketika sewaktu-waktu saya harus di panggil menmghadap sang illahi rabbi.

Saya sangat ingin sekali memajukan penduduk sekitar, agar tidak bergantung pada satu mata pencaharian. Dan juga agar dapat lebih fokus beribadah kepada sang pecipta.

Saya amati penduduk desa hampir banyak waktunya di habiskan untuk pergi ke sawah. Hampir kadang lalai dalam beribadah.

Pada saat gagal panen pasti penduduk di landa paceklik atau biasa di sebut krisis. Keadaan yang sangat sulit mendapatkan uang, jika terjadi keadaan seperti ini ada perasaan sangat tidak tega ketika meilhatnya.

Teringat kehidupanku sebelum mulai merantau.

Teringat perjuang ibuku membesarkan ketiga putranya.

Rasanya hati dan fikiran campur aduk jadi tidak karu-karuan, untuk memikirkan jalan keluarnya. Sudah lama saya memikirkan cara untuk membantu para penduduk desaku.

Semoga melalui perantara Sintesa ini, bisa menjadikan saya menggapai tujuan yang selama ini yang ada di harapanku.

Semoga juga bisa memperdayan masyarakat sekitar. Menjadikan amal jariyah juga bagi para guru-guru yang telah memberi ilmu selama ini.

Sekian sob perjalanku bersama Sintesa, semoga kedepanya bisa istiqomah dan membuat bangga orang tuaku. Baik yang masih hidup, ataupun yang sudah tiada.

 

 

 

Li Khan Hidup bermanfaat bagi orang lain lebih penting..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *