Li Khan Hidup bermanfaat bagi orang lain lebih penting..

10+ Dampak Negatif Globalisasi Segala Bidang (Lengkap)

8 min read

Dampak negatif globalisasi

Dampak Negatif Globalisasi – Globalisasi adalah sebuah proses integrasi berskala internasional yang terjadi akibat adanya pertukaran cara pandang, pemikiran, dan juga aspek budaya terhadap dunia. Bukan hanya dampak positif saja yang diakibatkan oleh proses globalisasi, ada juga berbagai dampak negatif yang muncul akibat adanya globalisasi yang menimpa negara maju atau pun berkembang.

Sedangkan arus globalisasi ialah salah satu permasalahan terbesar, sebab faktor yang mempengaruhi terjadinya hal tersebut, misalnya saja perkembangan teknologi, gaya hidup, infrastruktur. Mengarah pada pembahasan utama kita yakni dampak negatif dari globalisasi, berikut ini berbagai macam penjelasan tentang dampak negatif yang timbul dari proses tersebut.

Oke langsung saja kita simak pembahasannya.

1. Hilangnya Budaya Gotong Royong Masyarakat

Hilangnya Budaya Gotong Royong Masyarakat
Ilmunik.com

Dampak negatif globalisasi yang pertama adalah semangat untuk gotong royong semakin berkurang dan mulai menghilang. Coba saja sobat ilmunik perhatikan penduduk di kota-kota besar, hampir rata-rata mereka tidak mengenal tetangganya sendiri, dan sangat jarang sekali ada kegiatan gotong royong masyarakat.

Budaya gotong royong tersebut kalah dengan budaya yang berkembang akibat adanya globalisasi. Masyarakat sekarang ini sudah sangat melekat dan dianggap lagi tidak terelakkan dengan budaya individualistik dan materialistik.

Kedua budaya inilah yang biasanya dianggap berasal dari negara barat yang sangat mementingkan kebiasaan individu, kemandirian individu dan kemampuan setiap individu untuk menentukan jalannya sendiri. Merak bebas untuk menentukan sendiri tanpa ada pengaruh dari orang lain, tetapi menurut sobat ilmunik apakah budaya ini cocok untuk diterapkan di negara kita Indonesia ini?

Indonesia sudah mempunyai budaya gotong royong sendiri warisan dari nenek moyang, yang senantiasa membantu tetangganya dan siapapun yang mereka bantu. Sebab mereka mempercayai, jika mereka berada pada kesulitan pasti nanti akan ada orang lain yang membantunya.

Akan tetapi, arus globalisasi yang cukup pesat telah melunturkan tradisi warisan nenek moyang ini. Saat ini, terdapat 2 kelompok generasi dengan budaya ideologi yang berbeda juga, yakni generasi tua dan muda. Generasi yang lebih tua masih sangat mempercayai dan menganut budaya gotong royong, sedangkan generasi muda sudah banyak yang menganut budaya individualistik.

Mulai hilangnya semangat kolektivitas dan gotong royong ini membuat masyarakat lebih bersikap apatis terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Sekarang yang dipikirkan hanyalah bagaimana saya sukses, tidak memperdulikan orang lain mau seperti apa.

Oleh sebab itulah, kita sebagai generasi penerus tidak boleh membiarkan budaya ini hilang begitu saja. Kita harus mencari jalan tengah untuk menggabungkan budaya gotong royong dengan arus modernisasi yang ada di dunia saat ini.

2. Semakin Meningkatnya Tindak Kriminalitas

Semakin Meningkatnya Tindak Kriminalitas
Ilmunik.com

Setelah mengetahui dua kebudayaan yang dibawa oleh arus globalisasi diatas, yakni materialistik dan individualistik yang menjadi faktor utama dampak negatif globalisasi. Kedua kebudayaan tersebut juga dapat menimbulkan dampak lain, yakni semakin meningkatnya tindak kriminalitas. Bukan hanya itu saja, kesenjangan sosial yang sering disebabkan oleh globalisasi juga mempunyai andil yang cukup besar dalam menaikkan angka kriminalitas.

Masyarakat yang mengalami kesulitan dalam hal dana untuk menunjang gaya hidupnya akan mencari sumber uang yang instan. Jika tidak melakukan tindakan korupsi, maka mereka akan meminjam uang atau pun bisa saja mencuri.

Pastinya tidak sedikit kan sobat ilmunik mendengar orang yang mencuri sebab dia kecanduan narkoba atau alkohol dan membutuhkan uang cepat.

Kesenjangan sosial dan budaya individualisme juga bisa membuat orang untuk melakukan tindakan pencurian. Tidak sedikit juga orang yang mencuri sebab tidak mampu makan, sehingga untuk bertahan hidup, mereka harus mencuri.

Kelompok masyarakat yang seperti inilah yang seharusnya mendapat perhatian dan bantuan dari orang-orang di sekitarnya dengan mengembangkan budaya gotong royong. Selain itu, pihak pemerintah juga seharusnya ikut berperan dalam membantu merekam seperti yang sudah tertuliskan di sila kelima Pancasila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia“.

Dengan usaha-usaha diatas itulah kita bisa menghindarkan atau meminimalisir dampak negatif globalisasi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat.

3. Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme Meningkat

Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme Meningkat
Ilmunik.com

Tidak bisa disembunyikan lagi banyaknya korupsi, kolusi dan nepotisme yang ada di dunia pada saat ini sebagai dampak negatif globalisasi di bidang ekonomi. Ternyata arus globalisasi juga membawa dampak budaya materialistis dan konsumerisme yang cukup tinggi. Budaya ini adalah meyakini bahwa kebahagiaan hanya bisa didapat dicapai jika mempunyai uang yang banyak dan membelanjakan uang tersebut.

Dari budaya inilah yang akan menghasilkan orang-orang yang senantiasa berusaha untuk mendapatkan uang lebih banyak untuk meningkatkan gaya hidupnya. Biasanya, peningkatan gaya hidup tidak seimbang dengan peningkatan gaji sehingga membutuhkan sumber uang lain untuk mempertahankan gaya hidupnya.

Salah satunya adalah dengan cara korupsi, yakni jalan pintas yang sering diambil untuk memperoleh kekayaan dengan mengorbankan masyarakat Indonesia. Tindakan korupsi semakin mudah dilakukan dengan adanya keterbukaan ekonomi, dimana para pihak asing bisa dengan mudah menanamkan modal dan memulai proyek-proyek besar di negara Indonesia.

Dengan adanya sistem keterbukaan ekonomi itulah menjadikan semakin banyak proyek yang bisa digarap untuk nantinya di korupsi. Proyek yang cukup banyak itu nantinya akan sulit di kontrol oleh KPK, BPK, atau pun pihak kepolisian dan intelejen negara. Jika banyak proyek pastinya akan sulit untuk dimonitor dengan baik dan seksama, sehingga akan mudah terjadi kecolongan.

Oleh sebab itu, kita harus selalu menjaga dan berpegang teguh pada landasan moral kita, kepercayaan, dan juga terhadap sila-sila Pancasila. Jangan sampai kita ini mudah tergoda untuk melakukan tindakan korupsi, kolusi dan juga nepotisme yang akan merugikan diri sendiri, negara, dan orang lain.

Baca Juga Metodologi Penelitian

4. Masyarakat Mudah Terpengaruh Budaya Luar

Masyarakat Mudah Terpengaruh Budaya Luar
Ilmunik.com

Selain banyaknya korupsi, kolusi dan nepotisme, ada juga dampak negatif globalisasi dalam bidang sosial dan budaya, yakni masyarakat saat ini sangat mudah terpengaruh oleh budaya luar negeri. Coba sobat ilmunik perhatikan orang-orang disekitar kalian, bagaimana model fashion dan juga gaya hidup merek. Pasti sudah ikut tren budaya barat kan?

Hal ini disebabkan oleh mudahnya interaksi antar negara dan juga orang-orang di berbagai penjuru dunia yang menyebabkan semakin banyak budaya dari luar negeri yang masuk. Pada saat ini, budaya tidak lagi disebarkan melalui peninggalan sejarah, tradisi dan pariwisata saja. Namun budaya dapat disebarkan lewat film, musik, komik dan media sosial.

Budaya luar saat ini bisa dikatakan sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya seperti yang sedikit saya contohkan di trend fashion saat ini yang lebih terbuka, serta kebiasaan nongkrong dan bergaul secara bebas, terlebih lagi kebiasaan untuk lebih individu dan mementingkan kesejahteraan diri sendiri.

Bukan hanya itu saja, trend masa kini yang gemar dengan istilah K-Pop dan anime juga menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak muda. Mungkin kalian sering mendengar istilah seperti weabo atau koreaboo untuk orang-orang yang suka berlebihan dengan budaya tersebut.

Bahkan ada juga lo festival khusus yang diadakan setiap tahunnya di kota-kota besar Indonesia.

Kita sebagai warga negara Indonesia yang baik, sebaiknya melakukan kontrol sosial untuk mencegah masuknya budaya-budaya luar ke Indonesia. Kita seharusnya melakukan filter terlebih dahulu untuk memisahkan mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan budaya kita. Terlebih lagi jangan sampai bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

5. Rusaknya Lingkungan Akibat Eksploitasi Berlebihan

Rusaknya Lingkungan Akibat Eksploitasi Berlebihan
Ilmunik.com

Sudah tidak asing lagi jika arus globalisasi akan membuka perekonomian baru di suatu negara dan meningkatkan kerjasama antar negara dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Tindakan ini dapat meningkatkan produk domestik bruto di suatu negara dan mendorong untuk adanya pertumbuhan ekonomi.

Akan tetapi, faktor yang sering dilupakan adalah bahwa keterbukaan ekonomi yang cenderung tinggi akan mendorong adanya eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang tinggi juga. Eksploitasi sumber daya alam yang secara brutal akan dapat merusak lingkungan alam itu sendiri, serta mengganggu ekosistem dan bioma yang hidup di dalamnya.

Saya berikan contoh yang sudah tidak asing lagi bagi kita, seperti masuknya modal asing untuk memberikan dana proyek-proyek pohon sawit di Kalimantan dan Sumatera. Perusahaan sawit tersebut akan memilih lokasi-lokasi ini untuk dijadikan perkebunan mereka, sebab harga lahannya yang cukup murah dan kondisi alam yang mendukung.

Upaya untuk mempercepat persiapan lahan, banyak perusahaan sawit yang memilih untuk melakukan pembakaran hutan yang ada, dibandingkan dengan memotong menggunakan mesin. Perbuatan inilah yang dapat menyebabkan polusi udara yang sangat parah di kawasan sekitarnya, akibat pembakaran hutan tersebut.

Ada juga contoh lain yang mudah untuk dipahami, yakni usaha pertambangan emas dan tembaga di Tembagapura oleh Freeport McMoran. Walaupun dapat memberikan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya, namun dari pertambangan ini akan menghasilkan banyak sekali limbah yang mencemari sungai, air dan tanah di Papua.

Oleh sebab itulah, sebaiknya dalam menerima investasi dan menjalankan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi perlu dilakukan penyaringan. Sebab harus memperhatikan aspek lingkungan dari berbagai proyek yang akan dikerjakan, sudah sesuai atau belum dengan aturan yang berlaku.

Dengan cara inilah kita bisa mengurangi atau meminimalisir dampak negatif globalisasi di bidang ekonomi dan juga perdagangan. Bagaimana sobat ilmunik? Cara yang cukup bagus kan untuk diterapkan di Indonesia?

6. Adanya Hegemoni Dari Negara Adidaya

Adanya Hegemoni Dari Negara Adidaya
Ilmunik.com

Arus globalisasi juga akan mengakibatkan adanya negara-negara adidaya atau superpower seperti Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, dan juga China memungkinkan melakukan disrupsi dalam kegiatan berbangsa dan bernegara.

Negara-negara kecil di dunia hanya akan menjadi pion-pion kecil seperti di dalam permainan catur yang akan saling diperangkan untuk kepentingan politik. Hal tersebut akan memunculkan neo-kolonialisme dan neo-imperialisme, dimana negara adidaya akan menguasai negara lain secara halus tanpa mereka sadari.

Bukan hanya itu saja, sistem-sistem yang sebelumnya diikuti oleh negara adidaya tersebut seringkali dijadikan patokan yang harus diterapkan negara di seluruh dunia. Sistem ekonomi kapitalis saat ini dianggap paling baik, memaksa untuk mengusir konsep ekonomi Islam atau ekonomi kooperasi yang dulunya diperjuangkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Sikap ini memang tidak bisa disembunyikan lagi, “sebab jika mereka berhasil dengan cara tersebut, maka kita bisa saja mencoba cara mereka“. Pemikiran inilah yang ada dalam benak para pemimpin-pemimpin di dunia, tidak ketinggalan juga Indonesia.

Padahal bisa kita perhatikan sendiri bahwa kondisi sosial-ekonomi dan geografis mereka sangatlah jauh berbeda. Terutama dengan negara kita yakni Indonesia yang mempunyai letak geografis sangat menguntungkan diantara dua benua dan dua samudera.

Baca Juga Dampak Positif Globalisasi

7. Adanya Neo-Kolonialisme Lewat Sektor Ekonomi

Adanya Neo-Kolonialisme Lewat Sektor Ekonomi
Ilmunik.com

Pada bagian diatas sudah saya jelaskan tentang munculnya negara adidaya yang mengatur negara-negara kecil di dunia. Hal itu juga akan memberikan dampak negatif globalisasi di bidang ekonomi berupa munculnya neo-kolonialisme sektor ekonomi.

Jika pada zaman dahulu, kolonialisme dan imperialisme berarti kita harus menduduki wilayah tersebut, saat ini tidak lagi seperti itu. Pada saat ini, negara-negara maju dan perusahaan multinasionalnya hanya perlu mengadakan investasi secara besar-besaran agar mereka bisa mengontrol ekonomi suatu negara.

Apabila strategi tersebut telah berhasil, maka politikus dan aparat hukum yang ada bisa dibeli dengan sangat mudah menggunakan suap dan gratfikasi. Misalnya saja seperti negara China yang dapat memaksa Montenegro dan Zimbabwe untuk tunduk kepada kebijakan luar negerinya dengan ancaman akan menagih hutang mereka yang sudah banyak kepada China.

Contoh lain yang mudah untuk diperhatikan adalah Amerika Serikat yang sering melakukan hal tersebut, terutama kepada negara-negara Timur Tengah dan Afrika dengan embel-embel pembangunan. Akan tetapi hutang yang diberikan kepada negara tersebut sangatlah banyak, sehingga mereka susah untuk mengembalikannya.

Oleh sebab itu, kita sebaiknya harus senantiasa berfikir dengan cerdas dalam berpolitik secara internasional dan harus berfikir berulang-ulang ketika ditawari bantuan. Sebab tidak semua bantuan yang diberikan berasal dari kebaikan hati sang pemberi, tidak jarang juga ada udang di balik batu yang tidak kita ketahui.

8. Timbulnya Kesenjangan Sosial

Timbulnya Kesenjangan Sosial
Ilmunik.com

Adanya urbanisasi, algomerasi dan pemutusan kekayaan menjadi ciri-ciri dari fenomena globalisasi yang dapat dengan mudah kita lihat di kehidupan sehari-hari. Ketiga istilah diatas dapat menjadi penyebab utama timbulnya kesenjangan sosial di lapisan masyarakat Indonesia yang dapat dikatakan sebagai dampak negatif globalisasi di bidang sosial.

Urbanisasi merupakan fenomena dimana orang-orang berpindah tempat tinggal ke daerah perkotaan. Pemusatan penduduk ini kemudian akan menimbulkan algomerasi ekonomi juga, sebab bisnis umumnya akan mengikuti pasaran.

Sementara algomerasi merupakan fenomena dimana aktivitas ekonomi memusat pada suatu wilayah tertentu yang mempunyai kelebihan. Kelebihan yang dimaksud disini adalah baik spasial atau pun aspasial. Untuk lawan dari algimerasi adalah dispersi, yakni dimana aktivitas ekonomi menyebar untuk menghindari adanya kompetisi.

Kegiatan algomerasi akan menyebabkan terbentuknya kawasan industri yang saat ini biasa disebut dengan industrial park atau kadang diregulasi oleh negara maju di kawasan ekonomi khusus. Namun pekerjanya tidak akan banyak memperoleh kenaikan gaji, sebab pada dasarnya perusahaan selalu berupaya melakukan efisiensi, termasuk minimalisir gaji pegawinya.

Pada dasarnya, pemusatan kekayaan adalah faktor utama terjadinya kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial bisa saja dihindari degan melakukan penciptaan sistem pembagian ulang kekayaan agar semua elemen masyarakat dapat menikmati kesejahteraan meskipun di Indonesia menganut sistem ekonomi pasar.

Kita juga harus memperhatikan untuk mengurangi sikap konsumtif, sebab dapat menyebabkan kecemburuan sosial di masyarakat. Dengan memperhatikan hal-hal diatas, maka kita dapat menghindari dampak negatif globalisasi ini setelah mengetahui caranya.

9. Timbulnya Kenakalan Remaja Dan Pergaulan Bebas

Kenakalan Remaja Dan Pergaulan Bebas
Ilmunik.com

Arus globalisasi juga akan mengakibatkan produk luar negeri seperti minuman beralkohol, budaya pergaulan tidak penting dan juga budaya untuk bermain game secara berlebihan. Jika tidak adanya filter dengan baik, maka budaya-budaya ini nantinya akan merusak generasi penerus, yakni para remaja dan anak-anak kecil.

Pada saat ini, banyak sekali tempat untuk sekedar duduk santai atau nongkrong dan melupakan kewajiban mereka di sekolah atau pun di universitas tempat mereka menimba ilmu. Hal ini sangatlah berbahaya bagi pendidikan para generasi penerus bangsa, jangan sampai mereka tidak mempunyai kemampuan teknis dan soft skill yang cukup untuk memimpin Indonesia di kemudian hari.

Kegiatan mengkonsumsi minuman beralkohol semakin banyak, selain dianggap untuk bergaya, meminumnya juga dianggap dapat membuat mereka melupakan derita-derita dunia. Jikalau sobat ilmunik perhatikan, budaya ini sangatlah banyak merugikan, seperti uang cepat habis dan juga mengganggu sistem tubuh, otak.

Kita sebaiknya harus memperhatikan permasalahan-permasalahan ini. Sebagai upaya dalam menanggulangi dampak negatif globalisasi di bidang pendidikan dan sosial untuk para pemuda generasi penerus bangsa.

Baca Juga Konsep Dasar Sosiologi

10. Melemahnya Sikap Nasionalisme

Melemahnya Sikap Nasionalisme
Ilmunik.com

Dampak negatif globalisasi yang terakhir adalah semakin melemahnya sikap nasionalisme masyarakat Indonesia, sebab globalisasi mengandung makna yang cukup luas. Dalam artian, perspektif yang digunakan untuk melihat relatas tidak lagi berpedoman pada batasan-batasan negara. Negara hanyalah bagian dari entitas yang lebih besar yakni global.

Dengan adanya arus globalisasi ini, menjadikan sikap nasionalisme menjadi lebih berkurang dan sempit, serta internasionalisme dipandang jauh lebih layak. Dampak dari paradigma ini adalah menjadi lemahnya jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia.

Hal terburuknya bisa saja bermunculan gerakan-gerakan separatis yang tidak lagi mementingkan negara sebagai satu kesatuan. Sekedar level lokal lebih baik dan global adalah yang terbaik.

Nah, mungkin hanya itu saja sedikit informasi yang dapat saya berikan tentang berbagai dampak negatif globalisasi di berbagai bidang kehidupan. Semoga dengan sedikit tulisan ini dapat membantu dan menambah ilmu kalian ya sob, salam dari penulis.

Li Khan Hidup bermanfaat bagi orang lain lebih penting..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *