Li Khan Halo sobat ilmunik, perkenalkan nama saya Maslihan berasal dari salah satu kota di daerah Jawa Timur tepatnya di kota Bojonegoro. Saya sangat ahli dalam bidang kebudayaan Indonesia dan juga ahli dalam bidang pendidikan.

Daur Hidup Belalang | Tahapan, Klasifikasi, Habitat, Jenis (Lengkap)

3 min read

daur hidup belalang

Daur Hidup Belalang – Belalang adalah salah satu jenis hewan yang termasuk kelompok serangga atau insecta. Belalang akan melalui daur hidup atau metamorfosis yang tidak sempurna, serta termasuk dalam hewan omnivora atau berkembang biak dengan cara bertelur.

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit informasi kepada sobat ilmunik tentang daur hidup belalang secara lengkap beserta klasifikasi dan juga jenisnya.

Oke sobat, langsung saja kita masuk ke pembahasan utama.

Tahapan Daur Hidup Belalang

tahapan metmorfosis belalang
ebiologi.net

Belalang adalah salah satu jenis dari sekian banyaknya serangga hervbivora dari sub-ordo Caelifera dalam ordo Orhtoptera. Serangga yang satu ini mempunyai antena yang bentuknya hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya serta mempunyai ovipositor yang pendek.

Belalang memiliki daur hidup atau siklus metamorfosis yang tidak sempurna, sama seperti kecoa, jangkrik, dan capung, Untuk lebih lengkapnya, berikut ini penjelasan singkat tentang tahapan daur hidup belalang untuk sobat ilmunik semuanya:

1. Fase Belalang Betina Bertelur

Daur hidup belalang atau metamorfosisnya di awali pada fase pertama , yaitu sang induk betina akan mengandung dan bertelur. Kemampuan reproduksi belalang dapat terjadi saat belalang sudah memasuki tahap imago atau belalang dewasa.

Kemampuan untuk bertelur sendiri dimiliki oleh golongan hewan ovipar. Hewan yang termasuk golongan ovipar biasanya bukan dari jenis kelompok serangga saja, ada juga hewan lain yang bertelur, seperti ayam, burung, dan lain-lain.

Setelah terjadinya proses pembuahan, maka belalang betina akan mengalami proses bertelur. Waktu yang diperlukan oleh belalang bertelur kurang lebih 3 hingga 4 hari.

Proses ini dapat dibilang cukup singkat, sebab adanya pengaruh kemampuan dari belalang yang bisa menghasilkan telur. Setelah itu, biasanya belalang akan meletakkan telurnya pada tumbuhan atau tempat yang sekiranya aman untuk menyimpan telurnya.

2. Fase Telur

Setelah meletakkan telurnya, maka belalang akan masuk pada tahap selanjutnya, berupa fase telur. Setelah belalang melewati masa bertelur 3 hingga 4 hari, maka telur belalang akan membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk dapat menetas.

Ketika telur telah menetas, maka akan bermunculan belalang-belalang kecil. Akan tetapi teidak semua telur belalang akan menetas, sebab kemampuan dari setiap telur tidak sama.

Namun pada fase daur hidup belalang yang kedua ini, bayi belalang masih belum memiliki sayap, tetapi secara bentuk fisiknya sudah hampir sama dengan belalang dewasa. Meskipun tidak memiliki sayap, tapi belalang kecil masih dapat bertahan hidup.

3. Fase Nimfa

Ketika telur-telur sudah menetas, maka akan memasuki tahap ketiga dalam daur hidup belalang yaitu berupa nimfa. Pada fase nifma ini terjadi sebanyak 4 kali dengan ditandai adanya perubahan bentuk tubuh belalang.

Saat masuk pada perubahan fase telur menjadi nimfa, akan terdapat tahapan berupa pergantian kulit. Tujuan dari pergantian kulit ini adalah untuk memudahkan pembentukan sel-sel baru pada bayi belalang.

Pada proses pembentukan sel untuk setiap nimfa pada masanya akan bertambah agar sel tersebut memiliki ruang yang cukup, maka dilakukan pergantian kulit. Namun proses ini tidak hanya terjadi pada belalang saja, proses pergantian kulit juga terjadi pada hewan lain seperti ular dan lain-lain.

4. Fase Imago (Belalang Dewasa)

Ketika proses pergantian kulit sudah terjadi selama 4 kali, maka nimfa akan berubah menjadi belalang dewasa atau imago. Belelang dewasa merupakan belalang yang sudah memiliki tubuh besar dan juga sudah memiliki sayap, sehingga mampu bertahan di dalam bebas.

Belalang dewasa akan memiliki sayap setelah 14 hari dan mengalami 4 kali pergantian kulit pada tahap nimfa. Selain itu juga, belalang akan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan memiliki sayap, serta sudah mulai melakukan kegiatan reproduksi.

Namun, belalang dewasa hanya bertahan hidup hanya 2 hingga 3 minggu saja. Menurut sebagian besar para ilmuwan, peneliti dan pemerhati serangga memanfaatkan kelestarian belalang ini dengan cara membuat beberapa spesiesmen, sehingga dapat diketahui berbagai jenis belalang berdasarkan kondisi fisiknya.

Baca Juga Daur Hidup Nyamuk

Klasifikasi Belalang

klasifikasi belalang
adearisandi.wordpress.com

Barangkali selain sobat ilmunik mencari pembahasan daur hidup belalang, berikut ini saya berikan sedikit tambahan tentang klasifikasi dari serangga ini:

Kingdom:Animalia
Phyllum:Arhtropoda
Kelas:Insecta
Ordo /Bangsa:Orthpptera
Famili / Suku:Acrididae

Habitat Belalang

habitat belalang
flickr.com

Pada umumnya belalang berekosistem di tempat-tempat yang terbuka serta memiliki tumbuhan dengan daun-daun hijau yang segar.

Serangga kecil ini akan mudah ditemukan di wilayah persawahan, perkebunan, rawa-rama, dan lahan basah lainnya.

Baca Juga Daur Hidup Kecoa

Macam-Macam Belalang

jenis-jens belalang
okdogi.com

Beberapa spesies belalang mungkin sudah atau bahkan sering kalian jumpai di sekitar kalian. Nah, berikut ini macam-macam belalang yang sangat mudah untuk ditemukan disekitar kita.

  • Belalang Sembah

Belalang yang memiliki nama unik ini biasanya disebut dengan walang kekek atau cengcorang. Hewan ini termasuk ke dalam bangsa mantodea.

Kenapa disebut dengan belalang sembah? Alasannya, jika dilihat dari bentuk kedua tangannya akan menyerupai orang yang sedang berdoa. Dalam proses perkawinan, belalang ini memiliki kebiasaan yang menyeramkan, dimana belalang betina akan memakan kepala dari belalang jantan setelah proses perkawinan selesai.

Di dunia ini kurang lebih terdapat 2.000 spesies belalang sembah yang telah ditemukan. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, kurang lebih terdapat 200 spesies belalang sembah.

  • Belalang Kayu

Spesies belalang ini memiliki ukuran tubuh sekitar 85 mm, serta mempunyai warna tubuh coklat tua. Jenis serangga ini akan mengganti kulitnya menjadi coklat ketika sedang terjadi musim dingin.

Selain itu juga, habitat belalang ini biasanya berada di kayu pepohonan atau semak-semak belukar. Tidak mengherankan jika belalang ini disebut dengan belalang kayu.

Serangga ini termasuk ke dalam golongan acrididae, dimana mempunyai ciri khusus berupa antena yang pendek serta memiliki alat pendengaran yang digunakan sebagai segmen utama abdomennya.

  • Belalang Hijau

Jenis belalang yang terakhir adalah belalang hijau, yang memiliki nama Latin Atractomorpha crenulata yang juga termasuk ke dalam bangsa orthoptera. Ciri khusus yang terdapat pada belalang jenis ini adalah berupa tubuhnya yang berwarna hijau pastinya.

Akan tetapi, justru belalang jenis inilah yang menjadi hama bagi para petani. Selain itu juga, tubuh belalang jenis ini dilengkapi dengan toraks, caput, abdomen, dan organ lainnya.

Jenis belalang ini juga dapat merubah warna tubuhnya menjadi coklat ketika suhu menjadi sangat panas. Sebab belalang hijau ini memiliki polimorfisme di dalam tubuhnya.

Baca Juga Daur Hidup Kadal

Kesimpulan

Nah, setelah sobat ilmunik mengetahui daur hidup belalang atau metamorfosisnya, tentunya perubahan bentuk dari tubuh belalang yang berbeda dengan induknya menunjukkan bahwa belalang termasuk ke dalam hewan yang memiliki metamorfosis.

Belalang juga termasuk salah satu hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosisi tidak sempurna merupakan proses perubahan bentuk hewan yang tidak jauh berbeda dengan induknya.

Serangga kecil ini juga memiliki jenis yang sangat banyak di dunia ini, ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.

Mungkin hanya itu saja informasi yang dapat saya bagikan kepada sobat ilmunik semuanya. Semoga dengan sedikit informasi ini dapat membantu dan memberikan sobat tambahan ilmu. Cukup sekian, salam dari penulis.

Li Khan Halo sobat ilmunik, perkenalkan nama saya Maslihan berasal dari salah satu kota di daerah Jawa Timur tepatnya di kota Bojonegoro. Saya sangat ahli dalam bidang kebudayaan Indonesia dan juga ahli dalam bidang pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *