Li Khan Halo sobat ilmunik, perkenalkan nama saya Maslihan berasal dari salah satu kota di daerah Jawa Timur tepatnya di kota Bojonegoro. Saya sangat ahli dalam bidang kebudayaan Indonesia dan juga ahli dalam bidang pendidikan.

Metode Penelitian Deskriptif Beserta Ciri, Jenis, Kriteria [Terlengkap]

6 min read

metode penelitian deskriptif

Metode penelitian deskriptif – merupakan salah satu metodologi yang di gunakan untuk berbagai penelitian yang bersifat mendeskripsikan hasil dari suatu penelitian. Umumnya metode ini memiliki berbagai jenis tergantung masalah apa yang akan di jadikan bahan penelitian.

Pada kesempatan ini akan saya bahas tentang apa itu metode penelitian deskriptif, jenis-jenisnya, karakteristiknya, juga kelemahan dan kelebihan pada metode deskriptif. Nah, akan saya bahas semudah dan sejelas mungkin akan mudah difahami dan dapat membantu.

Semoga bisa menambah ilmu yang kalian punya. hehe.

Pengertian Metode Penelitian Deskriptif

pengertian metode deskriptif
Pixabay.com

Metode penelitian deskriptif adalah satu metodologi penelitian proses pengumpulan datanya memungkinkan peneliti untuk menghasilkan deskripsi tentang suatu fenomena sosial yang diteliti. Dengan menggunakan metode penelitian ini, peneliti dapat mengidentifikasi mengapa, apa dan bagaimana  fenomena sosial terjadi

Pada metode ini, peneliti tidak memiliki kontol variabel tertentu sebagai penjelas fenomena sosial. Untuk kontrol penelitian terhadap variabel berada di tangan subjek penelitian atau partisipan.

Metode penelitian deskriptif memiliki tiga tujuan utama yaitu:

  1. Mendeskripsikan.
  2. Menjelaskan.
  3. Memvalidasi temuan penelitian.

Terdapat beberapa pendapat tentang pengertian metode deskriptif antara lain:

Pendapat M. Nazir (1988: 63)

Menurut Nazir metode penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau pun suatu kelas peristiwa pada masa saat ini. Tujuan metode deskriptif yaitu membuat deskripsi, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat tentang fakta, sifat, serta hubungan antar fenomena yang diteliti.

Pendapat Whitney (1960: 160)

Menurut Whitney metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Bisa dikatakan bahwa metode penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan gejala, peristiwa yang terjadi pada saat ini atau masalah aktual.

Pendapat Sugiyono (2005: 21)

Sugiyono mengatakan bahwa metode penelitian deskriptif merupakan suatu metode yang digunakan  dalam menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian, tapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Ciri-Ciri Metode Penelitian Deskriptif

karakteristik metode
Pixabay.com

Pada metode penelitian deskriptif mempunyai beberapa ciri karakteristik antar lain:

  • Data yang dikumpulkan disusun dan dijelaskan, lalu dianalisis dengan menggunakan teknik analitik.
  • Memusatkan penelitian pada pemecahan masalah aktual atau masalah yang dihadapi pada masa saat ini.
  • Mendeskripsikan setiap langkah penelitian secara rinci.
  • Menerangkan prosedur pengumpulan data.
  • Menyampaikan alasan yang kuat mengapa peneliti menggunakan teknik tertentu dan bukan teknik lainnya.

Kriteria Metode Penelitian Deskriptif

karateristik penelitian deskriptif
Pixabay.com

Untuk kriteria metode penelitian deskriptif, menurut M. Nazir (1988: 72-73) dalam buku Metode Penelitian terdapat dua kriteria pokok, yaitu kriteria khusus dan kriteria umum.

Kriteria Khusus Metode Penelitian Deskriptif

  • Fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip yang dipakai adalah mengenai masalah status.
  • Prinsip-prinsip  ataupun data yang dipakai diungkapkan dalam bentuk nilai (Value).
  • Untuk sifat penelitian ialah ex post facto, oleh karena itu tidak ada kontol pada variabel, dan peneliti tidak mengadakan pengaturan atau manipulasi terhadap variabel. Variabel dilihat secara apa adanya.

Kriteria Umum Metode Penelitian Deskriptif

  • Permasalahan yang dirumuskan harus patut, terdapat nilai ilmiah serta tidak terlalu luas.
  • Data yang dipakai harus berupa fakta-fakta terpercaya dan bukan merupakan opini saja.
  • Harus terdapat deskripsi yang jelas tentang tempat serta waktu saat penelitian dilakukan.
  • Standar yang dipakai dalam membuat perbandingan harus memiliki validitas.
  • Untuk tujuan penelitian harus diungkapkan dengan tegas dan tidak terlalu umum.
  • Hasil dari penelitian harus berisi secara detail yang digunakan baik saat pengumpulan data ataupun saat menganalisis data serta studi kepustakaan yang dilakukan.

Jenis-Jenis Metode Penelitian Deskriptif

penelitian deskriptif
Pixabay.com

Untuk jenis-jenis metode deskriptif Nazir (1988: 64-65) menyatakan bahwa jenis masalah yang diteliti, teknik dan alat yang dipakai, juga tempat dan waktu, maka penelitian metode deskriptif dibagi sebagai berikut:

Metode Studi Kasus

Pada metode studi kasus lebih memusatkan diri secara intensiv terhadap satu objek tertentu, dengan mempelajari sebagai suatu kasus. Berbagai macam unit sosial seperti seorang murid menunjukan kelainan, sebuah kelompok keluarga, sebuah kelompok anak nakal, sebuah lembaga sosial, dan lain-lain.

Tujuan dari metode ini adalah untuk memberikan gamabran secara jelas terhadap suatu latar belakang, sifat-sifat serta karakter yang khas atau unik dari suatu kasus, ataupun suatu kasus dari individu dan selanjutnya dari sifat-sifat khas tadi akan dijadikan suatu hal yang memiliki sifat umum.

Pada awalnya  studi kasus digunakan untuk penelitian obat-obatan yang bertujuan untuk diagnosis, hingga akhirnya meluas kedalam bidang-bidang lain.

Untuk hasil dari studi kasus merupakan suatu generalisasi dari suatu pola-pola kasus yang tipikal dari individu, lembaga, kelompok,  dan lain-lain. Tergantung pada tujuannya, ruang lingkup dari studi bisa mencakup segmen atau bagian tertentu bisa juga mencakup keseluruhan siklus kehidupan dari individu, kelompok, lembaga, dan lainnya. Baik penekanan pada faktor-faktor kasus tertentu, atau mencakup keseluruhan faktor-faktor dan fenomena-fenomena.

Kekurangan Metode Studi Kasus

Pada metode studi kasus terdapat kelemahan yaitu, anggota sampelnya terlalu kecil, sehingga sulit untuk digunakan kesimpulan terhadap suatu penelitian. Kelemahan lain pada metode ini adalah metode ini sangat dipengaruhi oleh pandangan subjektif dalam pemilihan kasus, karena adanya sifat khas yang bisa saja terlalu dibesar-besarkan.

Kurangnya rasionalitas bisa disebabkan karena kasus cocok benar dengan konsep yang sebelumnya telah ada pada diri sang peneliti, ataupun dalam penetapan serta pengikutsertaan data dalam konteks yang bermakna dan menjurus pada interprestasi subjektif.

Kelebihan Metode Studi Kasusu

kelebihan metode ini adalah sebagai suatu studi guna mendukung penelitian-penelitian yang lebih besar di kemudian hari nanti, studi kasus dapat memberikan anggapan-anggapan bagi penelitian lanjutan. Studi kasus dapat digunakan sebagai contoh ilustrasi, baik dalam perumusan masalah maupun penggunaan statistik dalam menganalisa data serta cara-cara perumusan generalisasi dan kesimpulan.

Metode Survei

Metode penelitian ini adalah suatu metode yang dilakukan untuk mendapatkan bukti-bukti dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara nyata, baik tentang lembaga ekonomi, sosial, atau politik dari suatu daerah atau suatu kelompok.

Pada metode ini membahas dan meneliti serta mengenal lebih mendalam tentang sebuah masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik yang sedang berlangsung.

Metode survei juga melakukan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap suatu hal yang sudah dikerjakan orang dalam menghadapi situasi atau masalah yang sama. Untuk hasil dari perbandingan tersebut dapat digunakan dalam pembuatan suatu rencana dan pengambilan keputusan di masa yang akan datang.

Zunaidi (2007: 11-12) berpendapat tentang beberapa pembahasan yang termasuk dalam metode survei antara lain:

  • Analisis isi (content analysis).
  • Analisis jabatan ( job analysis).
  • Analisis dokumen (documentary analysis).
  • Survei kelembagaan (institutional survei).
  • Survey kemasyarakatan (community survey).
  • Survey pendapat umum (public opinion survey).

Baca Juga Metode Penelitian Sejarah

Penelitian Analisis Kerja dan Aktivitas

penelitian aktivitas pekerjaan
Pixabay.com

Penelitian analisis kerja dan aktivitas adalah suatu penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Metode penelitian ini ditujukan untuk meneliti aktivitas dan pekerjaan manusia secara terperinci. Dari hasil penelitian tersebut dapat memberikan rekomendasi untuk keperluan pada masa yang akan datang.

Pada penelitian ini umumnya digunakan pada bidang industri, bidang pertanian, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

Penelitian ini melakukan pendalaman terhadap kelakuan-kelakuan pekerjaan, buruh, guru, petani, terhadap gerak-gerik mereka dalam melakukan tugas, penggunaan waktu secara efektif dan efesien.

Studi Waktu Gerakan

Penelitian waktu dan gerakan berguna untuk mempelajari efisien produksi dengan mengadakan penelitian yang mendetail tentang penggunaan waktu serta perilaku pekerja dalam proses produksi.

Pada metode ini gerak-gerak utama dalam pekerjaan diamati, dicatat, digambarkan, serta diamati. Sehingga suatu kesimpulan tentang gerak-gerak diperlukan untuk  mengetahui kinerja yang menghambat pekerjaan, dan juga dapat memberikan masukan-masukan untuk efisiensi kerja.

Penelitian Perpustakaan

Penelitian perpustakaan adalah suatu penelitian yang mengamati berbagai literatur yang memiliki hubungan dengan pokok permasalahan yang digunakan dalam penelitian. Walaupun itu berupa buku, makalah, atau tulisan yang sifatnya membantu, sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam proses penelitian.

Kartini Kartono (1986: 28), berpendapat dalam buku Pengantar Metodologi Research Sosial, bahwa tujuan penelitian  perpustakaan adalah untuk mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan bantuan bermacam-macam material yang ada di perpustakaan. Lalu hasilnya digunakan fungsi dasar dan alat utama bagi kegiatan praktek di lapangan.

Penelitian Komparatif

Berdasarkn pendapat Sugiono (2005: 11), penelitian komparatif  merupakan suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Pada isi buku Metode Penelitian karya M.Nazir (1988: 69-70), terdapat keunggulan dan kelemahan pada metode ini sebagai berikut :

Kelebihan Penelitian Komparatif

  1. Sehubungan dengan adanya teknik yang lebih modern, serta alat statistik yang lebih maju, membuat penelitian komparatif dapat mengadakan prediksi terhadap perbandingan hubungan sebab dan akibat secara lebih efektif.
  2. Metode ini dapat menggantikan metode eksperimental karena alasan yaitu: 1. jika sulit diadakan kontrol terhadap salah satu faktor yang ingin diketahui atau diselidiki hubungan sebab akibatnya, 2. Jika teknik untuk mengadakan variabel kontrol dapat menghalangi penampilan fenomena secara normal ataupun tidak memungkinkan adanya interaksi secara normal, 3. Penggunaan laboratorium untuk penelitian untuk dimungkinkan, baik karena kendali teknik, maupun etika dan moral.

Kekurangan Penelitian Kompratif

  1. Mengelompokan subjek dalam oposisi untuk tujuan perbandingan dapat cenderung pada pengambilan keputusan dan kesimpulan yang salah, akibatnya kategori oposisi yang dibuat mempunyai sifat yang belum kuat.
  2. hubungan antar unsur-unsur tunggal sebagai penyebab atau akibat terjadinya suatu fenomena menjadi sulit untuk diketahui.
  3. Ada kemungkinan dua atau lebih unsur memperlihatkan adanya hubungan, tetapi belum tentu bahwa hubungan yang diperlihatkan adalah hubungan sebab akibat.
  4. Metode penelitian komparatif yang bersifat ex post facto, menyebabkan penelitian tersebut tidak memiliki aturan terhadap variabel bebas.
  5. Sulit mendapatkan kepastian, apakah unsur-unsur penyebab suatu hubungan sebab akibat yang diselidiki benar-benar signifikan.

Baca Juga Kerajaan Islam di Indonesia

Metode Deskriptif Kesinambungan

Metode ini adalah suatu penelitian secara deskriptif yang dilakukan secara terus-menerus terhadap suatu objek penelitian tertentu. Oleh sebab itu, sering juga dijadikan dalam hal meneliti masalah-masalah atau masalah sosial. Pemahaman yang lebih mendalam dan menyeluruh dari masalah serta fenomena dan ketentuan sosial yang diteliti dalam waktu yang lama.

Penelitian ini bertujuan menjangkau informasi secara fakta yang jelas secara sambung. Apabila perhatian dipusatkan pada perubahan perilaku atau pemikiran, maka teknik dalam penelitian  dinamakan teknik panel.

Teknik panel adalah teknik wawancara terhadap kelompok-kelompok manusia yang sama pada situasi yang berbeda. Informasi yang diperoleh bisa saja kuantitatif, misalnya anggaran belanja keluarga, jumlah konsumsi, dan lain-lain.

Metode deskriptif kesinambungan lebih cocok digunakan untuk meneliti masalah sosial.

Langkah-Langkah Pembuatan Metode Deskriptif

step-step metode deskriptif
Pixabay.com

Langkah untuk melakukan metode penelitian deskriptif singkatnya ada 8 macam antara lain :

  1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang jelas untuk dipecahkan melalui metode deskriptif.
  2. Memberi batasan dan merumuskan permasalahan secara jelas.
  3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
  4. Melakukan penelitian pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
  5. Menentukan lebih dulu rancangan berfikir dan pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian.
  6. Memberi desain metode penelitian yang hendak digunakan, juga menentukan populasi, sampel, teknik sampling, instrument pengumpulan data, dan menganalisis data.
  7. Mengumpulkan,mengelompokkan, dan menganalisa data dengan menggunakan teknik statistik yang relevan.
  8. Menyusun laporan akhir penelitian.

Kelebihan Dan Kekurangan Metode Penelitian Deskriptif

plus minus metode deskriptif
Pixabay.com

Umumnya pada semua metode penelitian pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya, hal itu juga yang ada metode penelitian deskriptif ini. Kekurangan dan kelebihan metode ini antara lain :

Kelebihan Metode Penelitian Deskriptif

  • Metode penelitian deskriptif dapat memberi pengamatan dalam setting sosial yang alami dan apa adanya.
  • Metode penelitian deskriptif dapat menganalisis isu atau topik yang sulit atau tidak bisa diukur secara numerik.
  • Metode penelitian deskriptif memiliki potensi untuk mengkombinasikan penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Kekurangan Metode Penelitian Desktiptif

  • Metode penelitian deskriptif rawan terhadap bias karena kental nuansa opini subjektif.
  • Metode penelitian deskriptif tidak bisa signifikan pada temuan penelitian secara statistik.
  • Metode penelitian deskriptif sulit diverifikasi ulang karena sifatnya yang observasional dan kontekstual.

Nah, mungkin hanya itu yang dapat saya jelaskan tentang metode penelitian deskriptif, semoga dapat memberi sedikit kemudahan untuk kalian dalam memahami metode ini.

Li Khan Halo sobat ilmunik, perkenalkan nama saya Maslihan berasal dari salah satu kota di daerah Jawa Timur tepatnya di kota Bojonegoro. Saya sangat ahli dalam bidang kebudayaan Indonesia dan juga ahli dalam bidang pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *