Li Khan Hidup bermanfaat bagi orang lain lebih penting..

Metodologi Penelitian | Pengertian, Manfaat, Jenis Dan Contoh (Lengkap)

8 min read

metodologi penelitian

Metodologi Penelitian – merupakan prinsip dalam kaitannya dengan metode penelitian yang digunakan pada saat proses penelitian. Pada dasarnya metodologi memiliki perbedaan dengan metode, akan tetapi kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian sebab mempunyai makna yang berdekatan.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan tambahan pengetahuan untuk sobat ilmunik tentang apa itu metodologi penelitian secara lengkap, mulai dari pengertian, hingga jenis dan contohnya. Mungkin dari kalian sudah ada yang memahami tentang pembahasan kita kali ini, namun saya akan memberikan penjelasan secara rinci dalam hal ini.

Sudah penasaran atau belum? Yuk simak saja pembahasannya di bawah ini ya sob.

Pengertian Metodologi Penelitian

pengertian metodologi penelitian
sosiologis.com

Metodologi penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mengetahui hasil dari sebuah permasalahan yang spesifik, dimana permasalahan tersebut disebut juga dengan permasalahan penelitian. Di dalam metodologi, sang peneliti menggunakan berbagai alat ukur yang berbeda untuk menyelesaikan setiap permasalahan penelitian.

Di dalam metodologi juga berusaha untuk memunculkan pertanyaan yang diberikan dengan cara-cara yang sistematis untuk digunakan dan berupaya untuk mencari semua jawaban. Apabila proses penelitian tidak dilakukan secara sistematis pada masalah, maka akan lebih sedikit kemungkinan untuk mengetahui hasil akhir.

Untuk bisa menemukan atau menjelajahi pertanyaan penelitian, sang peneliti akan melewati berbagai permasalahan. Dimana sema permasalahan tersebut baru bisa diselesaikan secara efektif jika menggunakan metodologi penelitian yang benar.

Istilah sederhananya, metodologi penelitian juga dapat diartikan sebagai pemberian sebuah ide yang jelas tentang metode apa yang digunakan peneliti untuk memproses cara penelitian.

Nah dari berbagai penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metodologi penelitian adalah sebuah usaha sistematis dalam rangka pemecahan masalah yang dilakukan peneliti agar bisa menjawab berbagai permasalahan atau fenomena yang terjadi.

Dengan menggunakan metodologi penelitian, maka sang peneliti bisa mengambil berbagai kesimpulan sehingga bisa menemukan solusi dari permasalahan. Kemudian kesimpulan-kesimpulan tersebut dapat dipercaya, karena menggunakan pengukuran-pengukuran secara scientific.

Manfaat Metodologi Penelitian

manfaat metodologi penelitian
pengajar.co.id

Metodologi sebuah penelitian juga memiliki berbagai manfaat atau keuntungan yang bisa diperoleh, antara lain sebagai berikut:

  1. Jika menggunakan metodologi dalam penelitian, akan mempermudah pekerjaannya untuk sampai pada tahap pengambilan keputusan atau kesimpulan.
  2. Penggunaan metodologi penelitian membuat sang peneliti dapat mengatasi berbagai keterbatasan yang ada. Contohnya keterbatasan waktu, biaya, tenaga, etik, dan lain-lain.
  3. Kesimpulan yang diperoleh sang peneliti lebih tepat dan terpercaya.
  4. Kesimpulan yang didapatkan bisa digunakan untuk memecahkan permasalahan.

Pendekatan Metodologi Penelitian

pendekatan metodologi penelitian
gurupendidikan.co.id

Pada umumnya metodologi penelitian memiliki 3 jenis pendekatan, antara lain sebagai berikut:

  • Pendekatan Kualitatif

Jenis pendekatan pertama adalah kualitatif yang lebih menitik beratkan pada aspek kualitas. Dalam artian yang dimaksud disini adalah mengerjakan makan sosial dan budaya yang tidak mudah diukur dengan angka atau menjelaskan fenomena yang dipelajari.

Untuk data penelitian kualitatif pada umumnya berupa deskriptif ataupun naratif. Oleh sebab itu jenis pendekatan ini banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan seputar penelitian kualitatif.

Contohnya saja, eksplorasi seni dinding sebagai kritik sosial. Berbagai cara seniman jalanan meluapkan ekspresi kritik sosial mereka melalui sini dinding yang tidak dapat diukur dengan tolak ukur angka.

Oleh sebab itu, penelitian ini lebih relevan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam kasus ini, pendekatan kualitatif dapat digambarkan sebagai bentuk kebalikan dari pendekatan kuantitatif.

Para peneliti juga sedang membahas tentang permasalahan ini. Sengaja saya menggunakan contoh penjelasan ekstrim untuk lebih mempermudah pemahaman Anda saja.

Contohnya, jika riset data kuantitatif lebih menggunakan proses deduktif dalam menjelaskan hubungan antara teori dan data, maka riset kualitatif lebih menekankan dalam penerapan proses induksi. Proses induksi yang dimaksud adalah penarikan kesimpulan yang berasal dari data lapangan.

Istilah lainnya, teori muncul sebagai hasil dari temuan di penelitian lapangan. Untuk prosesnya dimulai dengan turun ke lapangan langsung untuk mengumpulkan data. Kemudian data yang telah terkumpul akan diolah sehingga menjadi suatu teori.

Masih secara ekstrimnya, pendekatan kualitatif menolak model penelitian ilmu alam yang positivitik. Sebab dalam ilmu sosial menurut pendekatan ini, sang peneliti sebagai individu mempunyai peran untuk interpreter dunia sosial.

Dalam artian, realitas sosial adalah bagian dari pengalaman sang peneliti.

  • Pendekatan Kuantitatif

Jenis pendekatan kuantitatif memakai proyek penelitian kuantitatif. Maksudnya, pendekatan ini lebih memfokuskan pada aspek numerik sebagai data dalam proses penangkapan dan hasil analisis.

Pendekatan ini digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang bisa diukur dalam jumlah. Contohnya saja, studi “Tingkat ketimpangan sosial yang terjadi di negara Indonesia”. Ketimpangan sosial adalah variabel yang bisa diukur dengan alat ukur angka.

Jenis pendekatan kuantitatif pada umumnya menggunakan proses edukasi dalam hubungan antara data dan berbagai teori. Penarikan kesimpulan berarti bahwa didasarkan pada teori diatas penelitian dan kemudian dilakukan pengujian data lapangan.

Contohnya seperti studi ketimpangan sosial diatas. Para peneliti sudah mendapatkan teori dari penelitian yang dilakukan sebelumnya yang menyebutkan “ketidaksetaran sosial dikarenakan oleh tingkat urbanisasi yang tinggi”.

Teori ini kemudian dilakukan pengujian dengan metode yang digunakan, contohnya dengan menghitung hubungan antara tingkat urbanisasi dan kesenjangan pendapatan regional antara desa dan kota.

Proses ini hampir sama dengan proses penelitian ilmiah. Jenis penelitian dapat disebut positivisme, yakni dimana realitas sosial merupakan objek yang terpisah dari pengalaman sang peneliti. Berbagai pertanyaan yang bisa dijawab secara kuantitatif haruslah menggunakan pendekatakn kuantitatif.

  • Pendekatan Mix Method atau Campuran

Pendekatan mix method adalah perpaduan antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif.

Sebagian ilmuwan sosial agak skeptis tentang jenis pendekatan yang ketiga ini. Sikap skeptisisme mereka pada umumnya didasarkan pada asumsi bahwa tidak mungkin untuk menyeimbangkan kedua pendekatan tersebut agar seimbang.

Bahkan, penggunaan metode blending selalu menitik beratkan satu pendekatan dan menempatkan pendekatan lainnya sebagai pelengkap. Hal inilah yang menjadi dasar untuk munculnya pandangan skeptis tentang pendekatan campuran.

Perbedaan dari kedua pendekatan diatas juga tidak disetujui oleh beberapa ilmuwan sosial. Seperti yang telah saya sebutkan diatas ya sobat ilmunik, kontribusinya hanya berfungsi untuk mendapatkan pemahaman pertama tentang metodologi penelitian dan tidak membahas perdebatan metodologi lebih jauh.

Ketika menjawab pertanyaan penelitian,jenis pendekatan campuran digunakan apabila pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dijawab secara kuantitatif dan kualitatif. Pertimbangan ini harus memiliki dasar pada ketersediaan data dan kemampuan peneliti untuk menggabungkan kedua jenis pendekatan tersebut.

Pastinya tidak akan mudah menggabungkan kedua jenis pendekatan tersebut dengan berbagai jenis data-data. Terkadang hasilnya juga saling bertentangan atau berlawanan.

Contohnya adalah studi tentang “ketahanan masyarakat Merapi dalam mengelola resiko letusan gunung”.

Jika sang peneliti percaya bahwa perpaduan antara kedua pendekatan tersebut, maka jawaban terbaik untuk perumusan masalah ini adalah menggunakan metode campuran atau mix method.

Artikel Terkait Metode Penelitian Deskriptif

Jenis Dan Contoh Metodologi Penelitian

jenis dan contoh metodologi penelitian
Ilmunik.com
  • Eksperimental

Jenis metodologi penelitian eksperimental juga termasuk pendekatan penelitian kuantitatif yang khas. Yakni merupakan jenis penelitian yang melakukan percobaan dengan tujuan yang jelas, seperti untuk melihat efektivitas program yang sedang dilaksanakan atau tidak.

Metodologi jenis eksperimental ini pada umumnya akan membagi objek penelitian menjadi dua kelompok. Satu kelompok akan digunakan sebagai target, sementara kelompok kedua akan digunakan sebagai kontrol.

Untuk target audiens merupakan tujuan eksperimental.

Kelompok yang menjadi kontrol berfungsi untuk perbandingan hasil dengan kelompok sasaran. Dari hasil perbandingan kedua kelompok merupakan hasil penelitian eksperimental.

Misalnya studi yang dapat menggunakan metode eksperimental, seperti studi “dampak ruang terbuka hijau pada pengurangan agresi perkotaan”.

Para peneliti pastinya akan mendefinisikan dua kota, dimana manusia mempunyai karakteristik cenderung sama. Contohnya, agresif serta mudah untuk marah.

Di dalam salah satu kota target, para peneliti akan membangun beberapa ruang terbuka hijau. Sementara kota lainnya berguna sebagai kelompok kontrol. Hasil akhir akan menunjukan jika terdapat perbedaan yang cukup mendasar dalam tingkat agresi.

  • Survei

Metodologi penelitian survei merupakan juga ke dalam bagian dari pendekatan kuantitatif, dimana data primer akan dikumpulkan menggunakan kuesioner atau kuesioner sebagai alat penelitian. Sementara kuesinoer desain survei disini akan dirancang bagi para responden.

Responden dalam jenis penelitian survei merupakan sampel penelitian yang akan mewakili populasi. Penting untuk diperhatikan, perbedaan antara populasi dan sampel harus detail perbedaannya.

Populasi merupakan seluruh populasi, sementara sampel merupakan yang mewakili itu. Untuk sampel yang dipilih harus respresentatif. Oleh sebab itu, sang peneliti akan menerapkan teknik pengambilan sampel yang relevan untuk mendapatkan sampel yang respresentatif.

Misalnya, sebuah studi yang bisa diterapkan metodologi jenis survei, seperti studi tentang “Persiapan untuk Pnecegahan Usaha Kecil (UKM) di Jakarta untuk Mengatasi Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Dalam permasalahan ini kuesioner ditujukan untuk sejumlah UKM di Jakarta yang merupakan mahasiswa S2.

  • Longitudinal

Metodologi penelitian jenis longitudinal merupakan desain penelitian yang biasanya digunakan untuk mengukur perubahan atau pengembangan fenomena jangka panjang. Metodologi ini umumnya menggunakan survei sebagai alat pengumpulan data dari sampel penelitian.

Bisa juga dikatakan bahwa jenis penelitian ini tidak selalu digunakan dalam penelitian sosial. Sebab biaya dan cakupan waktu yang dibutuhkan untuk penelitian ini sangat tinggi.

Di dalam studi kasus longitudinal, sang peneliti akan menggunakan survei untuk beberapa resoponden. Pada jangka waktu tertentu, sampel juga harus diperiksa kembali setidaknya satu kali untuk survei.

Jenis penelitian metodologi longitudinal terbagi menjadi dua macam, yakni studi panel dan studi kohort. Kelompok kerja akan mengambil sampel secara acak, yang secara umumnya, sampel merupakan representas di tingkat internasional atau beberapa aspek geografis.

Jenis studi kohort akan mengambil sampel secara acak, namun didasarkan pada karakteristik yang sama atau serupa. Contohnya, lahir di tanggal yang sama atau di minggu yang sama, akan tetapi keduanya hanya berbeda dalam proses pengumpulan data.

  • Grounded

Tidak sama seperti jenis penelitian awal lainnya, jenis penelitian metodologi grounded merupakan tipikal penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini lebih berfokus pada niat untuk membuat teori baru yang didasarkan data dasar.

Bisa juga dikatakan bahwa teori ini tercipta dari keterlibatan peserta yang menghasilkan data di lapangan. Peneliti yang menggunakan jenis penelitian ini tidak memakai konsep atau teori yang sudah diketahui dari literatur atau sumber lain.

Sang peneliti akan melepaskan teorinya sebab dia sudah yakin bahwa data lapangan bisa menunjukan teori baru dengan validitas yang lebih besar. Teori baru yang muncul membutuhkan investigasi menyeluruh terhadap data dalam proses akuisisi dan analisis.

Pada dasarnya, jenis penelitian ini berasal dari disiplin ilmu sosiologi yang secara umum, peneliti mempelajari tindakan sosial dan interaksi yang menjadi pusat penelitian mereka. Sebagian orang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai peserta penelitian.

  • Etnografi

Jenis penelitian metodologi ini lebih berfokus pada upaya penelitian untuk menggambarkan dan menafsirkan kelompok budaya tertentu. Kata “etno” sendiri menggambarkan model budaya yang diadopsi dan dipraktikkan oleh beberapa kelompok dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis penelitian ini termasuk kualitatif juga, serta banyak digunakan dalam penelitian sosiologi dan antropologis. Untuk kelompok yang diteliti bukanlah kelompok etnis tradisional, namun bisa juga kelompok modern yang mempunyai kesamaan beberapa budaya modern.

Misalnya, seperti sebuah penelitian tentang “kesadaran lingkungan di kalangan backpaper”. Dalam hal ini penelitian etnografi bisa digunakan sebagai teknik analisis untuk mendeskripsikan dan menginterprestasi cara kelompok-kelompok pelancong atau backpaper yang independen ini menafsirkan isu-isu lingkungan.

  • Fenomenologi

Jenis metodologi fenomenologi hampir sama dengan penelitian mapan. Jika niat yang terkandung berakar menggambarkan tentang mencari teori-teori baru, penelitian fenomenologi lebih cenderung deskriptif dan rinci.

Penelitian yang menggunakan metode fenomenologi ini berusaha memahami esensi dari pengalaman peserta penelitian. Untuk inti dari pengalaman tersebut pada umumnya bisa dikenali melalui observasi parstisipatif dan wawancara mendalam.

Inti pengalaman individu merupakan fokus utama di pusat penelitian fenomenologi. Misalnya seperti penelitian tentang “Keberadaan komunitas Yahudi di Indonesia”.

Maka harus bisa memahami bagaimana pengalaman mereka menjadi minoritas bisa diterapkan di negara yang agamanya tidak diakui oleh pemerintah dan mungkin masyarakat adalah jenis penelitian fenomenologi.

  • Cross-Sectional

Jenis metodologi penelitian cross-sectional umumnya sama dengan penelitian investigasi. Penelitian cross-sectional ini juga termasuk ke dalam pendekatan kuantitatif yang lebih menekankan variasi hasil dengan memasukkan variabel yang berbeda.

Studi penelitian cross-sectional pada umumnya melebihi satu kasus pada suatu waktu. Banyaknya variasi yang bisa diamati dalam menerapkan jenis penelitian ini dapat mencakup variasi antara individu, keluarga, organisasi, negara dan lain-lain.

Oleh sebab itu, sampel penelitian harus luas dan bisa memungkinkan varians antara kasus atau variabel diidentifikasi. Misalnya saja penelitian yang bisa menggunakan jenis ini seperti “Kualitas hidup masyarakat di negara-negara ASEAN”.

Penelitian ini bisa diawali dengan mengumpulkan data statistik. Berfungsi sebagai aturan, peneliti akan menggunakan set data yang ada. Dari data tersebut menunjukan berbagai variabel yang dianalisis di semua atau beberapa negara ASEAN.

  • Naratif

Jenis penelitian ini lebih berfokus pada pengalaman hidup individu, serta studi yang menggunakan jenis penelitian ini hampir sama dengan studi biografi. Sebagian peneliti bahkan mengakui jika penelitian naratif merupakan cara terbaik untuk menghasilkan buku-buku biografi.

Pengalaman hidup tersebut akan diekspresikan dengan cerita yang diperoleh berdasarkan ingatan. Metode yang biasa digunakan adalah wawancara mendalam dan pencarian dokumen telah menjadi teknik pengumpulan data yang paling penting.

Walaupun fokus penelitian merupakan di pengalaman individu, para peneliti bisa melibatkan lebih dari satu orang. Perlu ditekankan bahwa partisipasi lebih dari satu peserta tidak dimaksudkan sebagai tolak ukur perbandingan.

Contoh studi kasus yang bisa menggunakan metode penelitian jenis ini seperti “Kehidupan di kapal karam: pengalaman dua orang pengungsi asal Myanmar”. Dalam hal ini peneliti akan menceritakan kisah dua pengungsi Rohingnya yang menyebrangi laut dan terdampar di kapal.

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya ya sobat ilmunik, bahwa biografi bisa ditulis dengan penelitian jenis ini. Akan tetapi, penelitian ini lebih tepat disebut sebagai penelitian biografi.

  • Studi Kasus

Jenis metodologi studi kasus ini biasanya digunakan untuk penelitian yang bertujuan mengembangkan pemahaman dengan cara merinci kasus yang menjadi pusat penelitian. Pencarian untuk jenis studi kasus ini membutuhkan pemahaman mendalam dari para peneliti untuk kasus yang dimaksud.

Kasus penelitian yang dipelajari menggunakan metode ini bisa berupa peristiwa, program, dan kegiatan yang terjadi di lokasi dan lokasi tertentu. Untuk para peserta yang paling potensial merupakan orang-orang dengan pengalaman atau pengetahuan tang terkait dengan studi kasus.

Cakupan ruang lingkup jenis penelitian ini sangatlah terbatas dan bahkan bisa digambarkan sebagai sempit namun mendalam. Peneliti cenderung mengabaikan masalah yang sedang mereka hadapi jika mereka tidak relevan dengan kasus yang sedang diselidiki, semenarik masalah yang timbul.

Misalnya saja, studi kasus seperti “Force Deviations in Government oleh Activis98”. Dalam hal ini, para peneliti ingin mencari tahu bagaimana orde baru menyebabkan penyimpangan kekuasaan oleh para pejabat yang sebelumnya adalah aktivis reformasi 98.

  • Komparatif

Jenis metodologi penelitian komparatif ini lebih fleksibel dalam artian bisa diterapkan dalam penelitian kualitatif ataupun kuantitatif. Penelitian komparatif ini merupakan perbandingan anatara dua atau lebih kasus yang sedang diteliti.

Perbandingannya adalah hasil dari penelitian yang umumnya ditulis dalam bab tentang hasil penelitian. Misalnya saja sebuah penelitian tentang “Kesejahteraan keluarga di negara-negara Skandanavia: perbandingan”.

Perbandingannya sering kali dibuat untuk membenarkan apa yang terbaik atau terburuk, namun untuk memperkaya referensi sebelum kebijakan diterapkan. Studi banding juga diadakan untuk mengidentifikasi program mana yang paling efektif dan efesien sebab beberapa alasan.

Pada saat penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis pendekatan kuantitatif, sebenarnya sama dengan jenis penelitian cross-sectional. Sedangkan, ketika menggunakan pendekatan kualitatif sama dengan studi kasus, dengan jumlah kasus yang terjadi di dua atau lebih kasus di posisi yang berbeda.

Artikel Terkait Perubahan Sosial Budaya

Penutup

Nah, mungkin hanya itu saja penjelasan yang dapat saya bagikan untuk sobat ilmunik semua tentang metodologi penelitian secara lengkap. Semoga dengan penjelasan ini bisa membatu dan menambah pengetahuan Anda, akhirnya cukup sekian dan salam dari penulis.

Li Khan Hidup bermanfaat bagi orang lain lebih penting..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *